Pardofelis marmorata
Kucing Batu
Deskripsi
Kucing Batu adalah kucing liar yang sangat lincah dan sangat arboreal (banyak beraktivitas di pepohonan), sehingga jarang sekali terlihat di alam. Spesies ini terkenal dengan kemampuan memanjatnya yang luar biasa dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di kanopi hutan. Kehadirannya sangat bergantung pada kondisi hutan yang masih utuh. Kucing Batu jarang ditemukan di area terbuka atau habitat yang telah terdegradasi parah. Ketergantungannya pada konektivitas kanopi membuatnya sangat sensitif terhadap fragmentasi hutan.
Status Konservasi: Hampir Terancam
Profil Ekologi
Hutan dipterokarpa primer di dataran rendah dan perbukitan, terutama kawasan yang memiliki struktur hutan kompleks dan kanopi yang saling terhubung.
Sangat arboreal, lincah, dan bersifat tertutup (sulit diamati). Kucing Batu tercatat aktif baik pada siang maupun malam hari, dengan penggunaan kanopi hutan yang sangat intensif. Spesies ini jarang memanfaatkan area terbuka atau habitat yang telah rusak, sehingga membutuhkan hutan yang utuh untuk bergerak dan berburu secara efektif.
Kucing Batu adalah pemanjat yang sangat terampil dan memangsa satwa arboreal maupun semi‑arboreal, termasuk tupai, burung, mamalia pohon lainnya, serta reptil.
Ciri Fisik
Tubuh dan Bentuk
Kucing batu sering disangka sebagai anak macan dahan (Sunda clouded leopard) karena pola bulunya yang serupa, namun ukurannya jauh lebih kecil. Ekornya yang panjang—hampir sama dengan panjang tubuhnya—merupakan adaptasi penting untuk menjaga keseimbangan di atas kanopi, mencerminkan gaya hidupnya yang sangat arboreal.
- Panjang Kepala–Tubuh: ±45–62 cm
- Panjang Ekor: ±35–55 cm
- Berat: ±2–5 kg
Sebaran di Kalimantan Barat
(Berdasarkan data dari IUCN)



